Posts Tagged ‘ganti busi motor’
Ganti Busi Motor
Hmm.. cerita ini berawal ketika hari-hari yang lalu tepatnya hari sabtu kemaren. Sekitaran jam 11 siang aku mengantar sang makhluk halus pujaan hati (^_^) itu ke terminal Cicaheum karena dia mau pulang ke Cirebon walaupun di suasana libur panjang sampai akhir tahun yang sudah pasti jalan setiabudhi dan jalan-jalan lain di Bandung pasti macet. Aku sebenarnya rada dongkol ditinggal pulang. Tapi sudahlah, haha jadi curhat ^_^..
Kemudian cerita berlanjut ketika pulang dari terminal Cicaheum bersama si bohay (Honda Karisma X Biru Silver 2004 hehe). Dengan perasaan yang masih agak berat karena ditinggal pulang aku mengendarai si bohay dengan tanpa perasaan. Ditengah perasaan tidak beres itu, aku merasakan sesuatu yang tidak beres dari si bohay. Di sekitaran jalan sebelum perempatan pahlawan tenaga motor serasa berkurang, kalau dalam bahasa sunda mah “hese ngangkatna”.
Perjalanan berlanjut ke jalan layang Pasopati, aku sengaja akan mengambil jalan ke pasteur kemudian nantinya akan berbelok ke sarijadi demi terhindar dari kemacetan. Namun, ditengah perjalanan tiba-tiba ada dua motor yang “ngajak gass poll”. Biasanya sih suka saya cuekkin, namun saat itu mungkin karena terbawa suasana hati, akhirnya aku ikuti dua motor tadi karena penasaran juga diantara motor itu selain ada si kucing (miaw alias mio) juga ada adiknya si bohay (Honda Supra X 125 warna merah-putih). Ya penasaran saja sejauh mana si rider adiknya si bohay itu berani membawa motornya dalam keadaan angin yang sangat berlawanan dengan bodi adiknya si bohay yang ramping dan sudah dipastikan “goyangannya” akan begitu dahsyat. Dan benar saja, setelah susah-payah “ngangkat” si bohay, akhirnya ku lewati juga adiknya si bohay itu. Mungkin saja saat speedometer si bohay ada di kecepatan 90km/h, rider adiknya si bohay sengaja minggir ke sebelah kiri karena kulihat bodi belakangnya begitu bergoyang karena mungkin oleh angin yang begitu besar dan berlawanan arah terpaannya.
Namun tidak untuk si bohay, walau angin berlawanan tetap saja ku pacu si bohay sampai kecepatan 100km/h lebih sedikit. Tetapi, aku baru tersadar atas keanehan ini. Biasanya, si bohay bisa dipacu dengan mudah sampai kecepatan 110km/h (menurut spidometernya si bohay) dengan mudah. Kemudian, aku merasa kasihan pada si bohay karena sadar dari tadi berangkat banyak sekali kejanggalan yang terjadi. Kuturunkan gas untuk mengurangi kecepatan. Namun, ternyata aku tak bisa menarik gas kembali. Apa yang salah? Padahal saat itu mesin masih hidup.
Aku kemudian minggir untuk memastikan keadaan sibohay baik-baik saja. Ternyata saat sudah benar-benar berhenti, si bohay tidak mau dihidupkan lagi mesinnya baik di starter maupun di-kick starter. Untungnya ada si aa yang baik hati yang memberikan saran untuk segera minggir dari jalan dan memberikan beberapa troubleshooting terhadap permasalahanku ini. Setelah si bohay kupinggirkan, itu si bohay coba ku starter sambil gas kembali, terasa tidak ada getaran dari mesin dan saya menyimpulkan bahwa mesin tidak mau berputar. Aku pun merasa bahwa mungkin ini motor busi-nya habis karena beberapa hari yang lalu aku sering mengobrolkan perihal busi dengan bang riza. Dan kuteleponlah itu bang Riza untuk memastikan sembari menunggu mesin si bohay dingin.
Dan, setelah mesin dingin ku bukalah itu busi dengan perasaan cukup gugup karena baru pertama kali jadi engineer mesin motor
. Setelah bersusah payah, ter-ambil-lah itu busi. Dan benar saja itu busi kondisnya sudah parah. Dan aku segera menggantinya dengan busi yang sudah ada di bagasi motor walaupun tidak mengetahui kondisi busi-nya masih hidup atau tidak tentunya dengan menggunakan peralatan seadanya yang sudah ada di bagasi pula. Dengan perasaan yang sangat yakin dan buru-buru karena petir sudah bergemuruh pertanda akan hujan ku pasangkan busi yang tidak jelas setatusnya itu.
Dan alhamdulillah, Allah SWT memeluk keyakinanku dan mimpiku bisa ganti busi saat itu. Segera kubereskan peralatan dan segera kutinggalkan si aa baik hati itu setelah mesin si bohay hidup. Perasaan ku jadi lega karena performa mesin jadi kembali seperti dulu. Tidak tahu kenapa, setelah ganti busi itu jadi mudah sekali untuk “ngangkat” si bohay . Hujanpun langsung turun dengan deras, dalam hati langsung berfikir “wah, alam ikut terharu sampai menangis melihat keberhasilanku berkenalan lebih dekat dengan si bohay karena berhasi ganti busi-nya..hahaha” ^_^. Dan aku pun kembali bersyukur karena mimpi untuk hujan-hujanan tanpa jas hujan bersama si bohay terwujud ^_^. Walau begitu lengkapnya kejadian saat itu, aku banyak mengambil pelajaran dan hikmah.
Dari cerita itu aku jadi bisa berbagi. Walaupun sedikit pengetahuanku dalam dunia otomotif, aku akan menyimpulkan gejala-gejala saat busi motor harus segera diganti :
- semenjak satu bulan sebelum kejadian itu ku-alami, performa motor jadi berkurang (”hese ngangkat”)
- saat dibawa di kecepatan tinggi, kadang-kadang suka hilang tenaga setelah gas di lepas dan ditarik kembali
- yang paling jelas gejalanya, saat pagi-pagi mesin motor jadi lebih susah untuk dinyalakan
- kadang-kadang di perhentian lampu merah mesin motor suka mati sendiri
- kadang-kadang saat di starter, aki motor seperti sudah aus karena mesin tidak mau nyala
itu sih..menurut pengalaman saya sajah.. entah benar atau tidak, saya adalah seorang yang sedang belajar mengerti mesin motor dan ingin berbagi pengalaman ^_^
“yud, emang itu busi motor tos lami pisan umurna.. mun teu salah mah etateh busi nu ti diler (baca : dealer) pas servis-an gratis nu terakhir.. terus busi anu dina bagasi mah eta teh cadangan hungkul.. mun teu salah mah eta teh busi asli bawaan eta motor.. terus, beli deui we nya.. bisi pareum deui busi nu ayeuna keur dipakena” kata ayahku di telepon. Ha ha ha.. pantess mati ^_^