this is why i choose android : LITTLE ABOUT THE HISTORY OF ANDROID
saya repost lagi disini ah
tulisan ini sebenernya merupakan copas dari FB group "Komunitas Robotijo Indonesia". Yang ngasih artikel ini juga lupa linknya dari mana.. tidak ada maksud apapun, this is why i choose android. Baca saja, ceritanya keren
LITTLE ABOUT THE HISTORY OF ANDROID
Oleh Lucky Sebastian
Guys, apa kabar.
Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya. Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanya android kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana. Tulisan ini sebagian pernah saya ceritakan sebagai bagian presentasi dalam gathering id-android yg entah ke berapa kali, dan sedikit dalam peluncuran Dell Streak.
Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeteer lainnya, untuk melihat semangat yang dikandung android di dalamnya.
Status “Kawin/Tidak Kawin” atau “Menikah/Tidak Menikah” yang Sangat Mengganggu
Akhir akhir ini, saya sering mengisi formulir. Baik itu formulir NUPTK, ASKES, dari bank dan banyak formulir lain. Nah, pasti di dalam formulir itu ditanyakan tentang status marriage atau pernikahan. Betul? Sayangnya, opsi yang selalu ditawarkan biasanya adalah antara "kawin/tidak kawin" atau "menikah/tidak menikah". Apakah anda (khusunya yang belum menikah) merasa tidak terganggu ketika harus memilih diantara opsi tersebut? Kalau menurut saya, jujur itu sangat mengganggu. Saya (waktu tulisan ini dibuat) belum menikah dan tentunya belum kawin. Namun, ketika saya mau memilih ternyata yang ingin saya pilih tidak ada. Otomatis saya akan memilih opsi "tidak kawin" atau "tidak menikah". Hey! saya ini manusia normal, saya mau menikah dan pastinya ingin kawin. Lalu, dosakah saya memilih opsi tersebut? saya telah berbohong dengan mengisi opsi tersebut. Seharusnya, status marriage atau perkawinan itu ada tiga. Lho? kok tiga? yang pertama adalah "menikah", yang kedua adalah "belum menikah", dan yang terakhir adalah "janda/duda". Mengapa janda/duda masuk?karena normal menurut saya
kenapa pula harus disembunyikan? bukankah itu bukti keeksisan? Bukankah nantinya sangat berguna kalau mau cari pasangan lagi?
Kemudian, untuk status bagi yang mereka kawin diluar nikah bagaimana(kalau disuruh milih "kawin/tidak kawin")? Nah lho!! Kalau kawin, nama istrine sopo? hayoooo...
Kekuatan Sugesti Dapat Membantu Mengurangi Rasa Sakit
Kejadian ini terjadi hari rabu tanggal 9 maret 2011. Waktu itu, seperti biasa saya berangkat dari rumah jam 5.50 WIB agar sampai ke sekolah kurang lebih jam 7 WIB. Tidak ada yang aneh waktu itu, dan tidak ada firasat buruk juga waktu itu. Saat itu kendaraan sedikit dipacu lebih kencang karena baru ingat bahwa hari rabu itu hari pasar.
Namun, disepanjang jalan ada saja yang menghambat motor agar tak melaju kencang. Mulai dari jalanan yang basah dan kotor oleh tanah merah, iring-iringan truk, kendaraan lain yang tak mau ngalah dsb. Singkat cerita akhirnya saya sampai juga ke pasar gebang. Pasar ini sejenis pasar tumpah, pasar dimana para pedagang berjualan hingga pinggiran jalan raya. Dan sudah dapat dipastikan pasti macet, ditambah di ujung jalan (pertigaan pasar gebang dan pantura) sedang dibangun flyover. Alhasil, disana terjadi antrian truk pasir yang sangat panjang.
Karena sedikit terburu buru, saya mengikuti kendaraan bermotor lain untuk menyalip antrian truk yang sedang berhenti itu. Tidak ada masalah selama nyalip, namun ketika tinggal beberapa meter lagi masuk ke gang(jalan pintas ke sekolah) di arah berlawanan ada becak dan sepeda motor sedang melaju dan memaksa ingin lewat padahal saya sudah memberikan lampu sein ke kanan untuk belok. Saya turunkan kecepatan demi mengalah kepada mereka, namun truk yang ada disebelah kiri saya tiba-tiba maju perlahan. Saya kaget karena kaca spion saya tersenggol bak pasir truk tersebut. Otomatis saya menghentikan kendaraan karena saya merasa terhimpit diantara truk, sepeda motor dan becak. Namun apa yang terjadi? ketika saya menurunkan kaki kiri saya tiba-tiba "GREJEKKK"(sound effect) kaki saya(4 jari kaki selain ibu jari) terlindas ban kanan truk pasir yang memang sedang mengangkut pasir.
Saya tidak teriak, saya hanya meringis menahan himpitan ban truk. Saya yakin waktu itu banyak yang melihat kejadian itu, namun karena begitu ban truk itu lewat dan kaki hanya merasa panas saya langsung belok masuk ke gang. Tak disangka, baru beberapa meter masuk gang, tiba-tiba rasa panas di kaki langsung berubah menjadi rasa sakit yang sungguh sakit. Seolah rasa sakit itu menjalar sampai ke dada hingga sulit untuk menghela nafas. Pandangan mata ke jalan juga seolah buyar, mirip ketika puyeng mau pingsan. Konsentrasi naik sepeda motor kontan jadi terganggu. Selain puyeng dan nafas agak sesak karena menahan sakit, kaki kiri juga jadi susah digunakan untuk memindahkan perseneling (oper gigi).
Yang ada di pikiran hanya ingin cepat sampai ke sekolah(jarak dari pasar ke sekolah kurang lebih 800m). Namun keadaan malah semakin buruk. Kendaraan semakin sulit dikendalikan karena jalan di gang cukup berlubang dan becek. Tiba-tiba teringat pesan guru biologi sma Pak Hasyim. Beliau selalu bilang "sugestikan tidak sakit kalau anda sedang kesakitan!". Saya kemudian mencobanya sambil menahan nafas. Yup sulit! sangat sulit, tapi tetap saya coba. Alhasil rasa sakit itu secara perlahan seolah semakin berkurang dan berkurang, kaki seolah mati rasa dan hanya merasa panas seperti ketika baru terlindas truk.
Alhamdulillah beberapa menit kemudian saya sampai ke sekolah, saya mulai lupa dengan rasa sakit karena kaki belum menginjak tanah. Begitu motor berhenti dan kaki kiri memijak tanah, rasa sakit itu kembali datang. Saya nyaris jatuh karena susah untuk berjalan. Setelah memarkirkan motor sambil berpegangan ke tembok, saya terus berjalan menuju ruang guru dengan tertatih-tatih. Beberapa guru yang mengetahui saya begitu langsung menolong, kemudian wakasek kurikulum langsung mengajak saya ke puskesmas. Namun sebelum berangkat, saya membuka sepatu dan kaus kaki dulu untuk melihat kondisi kaki. Alhamdulillah.. walaupun di kaki ada memar hebat(sampai di kuku ada yang keluar darah) jari-jarinya masih bisa digerakkan semua walau sangat sakit.
Singkat cerita, setelah pulang dari puskesmas (walaupun disana tidak diapa-apakan hanya diberi obat parasetamol yang tak akan kuminum) saya di sarankan ke penduduk yang bisa "ngurut". Setelah di cek.. katanya tulang tidak apa-apa hanya memar. Syukur lah..tapi tetep bener-bener sakit. Kalau jalan pasti pincang atau "cingkud". Namun karena saya tidak mau membuat panik warga sekolah, saya melanjutkan kembali sugesti tadi. Walaupun sakit, saya mencoba sebisa mungkin untuk berjalan seperti orang normal. Dan alhamdulillah walaupun guru dan TU banyak yang tahu bahwa kaki saya terlindas truk mereka tidak percaya kejadian terlindas truk baru terjadi pagi itu karena saya seperti orang normal walaupun hanya memakai sendal untuk berjalan. Kepala sekolah pun tidak mengetahuinya karena saya bersikap "like a normal"
, beliau baru tahu hari jum'at ketika mau jum'atan
ketika rekan guru yang pertama mengetahuinya terus menanyakan kondisi saya.
Besoknya walaupun disuruh istirahat di rumah saya tetap berangkat, dan langsung memaksakan diri memakai sepatu dan kaos kaki yang longgar agar tidak terlalu sakit dipakai. Dan saya tetep mensugestikan kaki saya normal. Rasa sakit dan panas itu masih ada hingga tulisan ini dibuat (tanggal 13 maret 2011 jam 21WIB). Kalau punggung kaki nya di pegang, masih terasa ngilu (mungkin ada yang retak, tapi gak mau saya rontgen
). Memar nya pun tinggal sisanya saja. Kalau dilihat seperti ada pasir menempel di kaki saya.
Siang ini (senin, 14 maret) saya ke sekolah menggunakan sepatu yang ukurannya sangat pas dengan kaki. Yang terasa di kaki ketika dibiarkan ternyata masih terasa sedikit ngilu kalau dibawa berjalan. Sekujur betis hingga ujung jemari kaki terasa pegal dan sedikit panas. Yang kaget ketika kaki kanan saya tindihkan ke kaki kiri yang terlindas ternyata masih terasa sakit. Rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk. Entah mungkin ini ada hubungannya dengan ukuran sepatu atau tidak
yang pasti saya mensugestikan lagi bahwa saya ini normal, kaki saya tidak apa-apa, dan kejadian kemaren sudah tidak ada efeknya
. Lumayan membantu melupakan rasa ngilu dan pegal kaki. Apalagi kalau sudah berbaur dengan guru lain untuk beraktifitas, seolah tidak pernah terjadi apa-apa karena agak lupa dengan rasa ngilu di kaki.
Yang bisa dijadikan pelajaran adalah, menyibukkan diri dengan aktifitas dan mensugestikan ke diri bahwa saya baik-baik saja dapat mengurangi rasa sakit, bahkan bisa "melupakan"nya
.
Semoga bermanfaat.
Lama Tak Dilihat
lama sekali blog ini tidak saya lihat. Pas masuk ke dashboard.. ternyata banyak sekali komentar yang masuk belum saya moderasi dan saya approve. Komentar-komentar tersebut banyak masuk ke artikel tentang review vanbook dan mengenal gejala restart. Dan banyak sekali komentar yang menanyakan hal sama untuk beberapa masalah tertentu dalam kedua artikel tersebut.
Untuk itu, Insya Alloh kedua tulisan itu nanti akan saya buat versi baru yang lebih update berdasarkan permasalahan yang sering ditanyakan.
Yuk ah.. ganti tema dulu..
Mohon Maaf
Menyambut hari raya Idul Fitri 1431 hijriyah, saya Yudi Hardimulya memohon maaf lahir batin atas segala kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja.
Oh iya, sekalian saja
, ada banyak sekali komentar di artikel http://yudi.myhaley.com/blog/2009/05/mengenal-gejala-dan-penyebab-komputer-sering-restart-sendiri/ dan http://yudi.myhaley.com/blog/2009/05/review-kupas-tuntas-vanbook-a1n-70t-updated/ yang masih saya moderasi. Bukan tidak mau saya balas atau saya approve komentar-komentar tersebut, tapi karena banyak sekali komentar yang bahasannya berulang dengan komentar atau pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Komentar tersebut menumpuk karena waktu itu blog ini ditinggal untuk mengerjakan skripsi. Insya Alloh secara perlahan komentar tersebut akan saya moderasi lagi dan balas satu persatu kalau memang harus saya balas.
Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya
.
Pengalaman Pribadi : Sholat
Setiap muslimin dan muslimah adalah merupakan suatu kewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu dalam satu hari. Shalat itu selain merupakan kewajiban, seharusnya harus sudah dirubah menjadi suatu kebutuhan primer dalam hidup kita sebagai muslimin. Dan anehnya, tetap saja banyak yang menjadikan sholat merupakan suatu kewajiban sehingga mereka merasa terbebani untuk menjalankan ibadah yang satu ini.
Namun, dalam mengerjakan ibadah yang satu ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Guru ngaji saya waktu kecil bilang :
- "lebih baik tidak menutup mata ketika kamu sholat"
- "sedikit dikeraskan bacaannya sampai kamu bisa denger sendiri bacaannya, dan ikuti dengan mulut (tidak membaca bacaan di dalam hati)"
dan, bodohnya saya perkataan guru ngaji saya itu saya biarkan melintas begitu saja di kepala. Mungkin guru ngaji saya berkata seperti itu karena dia telah membaca hadist-nya atau dihimbau juga oleh gurunya atau apalah sehingga dia begitu kekeuh dan seriusnya mengatakan hal tersebut dikala itu.
Ya akhirnya saya pun sedikit terpaksa melakukannya waktu itu, hingga sampai sekarang berimbas saya akan melakukan 2 hal tersebut dalam shalat saya hanya jika saya ingat dan mau saja. Karena awalnya (pada saat diberi himbauan tersebut) saya berfikir "susah kali baca hafalan bacaan shalat dan surat pendeknya gak sambil terpejam matanya.." (saat diberi tahu itu saya masih kelas 3/4 SD...saya lupa dan masih berfikir primitif bahwa bacaan shalat itu adalah hanya hafalan belaka sampai kelas 4/5 SD saya disuruh menghafalkan dan mencamkan arti dari bacaan shalat tersebut). Dan bodohnya juga saya sering suudzan kalo disebelah saya (ketika shalat berjamaah di masjid) ada ma'mum yang komat kamit sambil sedikit mengeraskan bacaan shalat sampai saya bisa mendengarnya dengan jelas. Dalam fikiran saya "huh, ni orang bikin gak husyu aja..". Astagfirullah..maafkan dosa hamba ya Allah..
Namun di suatu pagi, akhirnya saya secara sadar/tidak sadar oleh Allah saya diingatkan dengan keras. Saya ada dalam suatu permasalahan duniawi. Ketika shalat, saya memejamkan mata (sambil melafalkan bacaan shalat dalam hati) dan berusaha melupakan urusan duniawi ketika shalat. Namun apa yang terjadi ketika itu? secara tidak sadar, saya telah berdiri cukup lama dalam rokaat pertama saya. Secara tidak sadar saya tidak membaca iftitah setelah takbiratul ihram. Yang ada dalam fikiran saya hanya permasalahan diri saja ketika saya shalat. Bukannya saat shalat itu kita harus bener-bener ngingat Allah dan secara khusyu menjalankan ibadah tersebut? khusyu sendiri kan kurang lebih fokus pada ibadah tersebut tanpa membawa segala urusan duniawi. Akhirnya saya batalkan shalat saya, dan mengulangi dari awal lagi. Malu saya, masa 5 menit untuk benar-benar mengingat Alloh saja tidak bisa?dan dalam prakteknya, malah shalat itu kadang cuma 2 menit saja.
Kemudian shalat itu saya ulangi (dengan mata terpejam dan bacaan dalam hati tanpa sedikit mengeraskan). Namun, tetap hal tersebut terjadi lagi. Saya tak bisa konsentrasi padahal dalam kehidupan sehari-hari kadang saya harus memejamkan mata agar bisa konsentrasi. Saya susah berkonsentrasi dalam mengerjakan shalat saya. Dan akhirnya tiba-tiba terlintas kembali perkataan guru ngaji saya waktu kecil itu.
Shalat kembali saya ulangi karena hal tadi merusak konsentrasi. Dan dengan melakukan dua hal tadi saya mencoba sholat lagi. Dan alhamdulillah, saya bisa merasakan betapa nikmatnya shalat itu. Dan baru merasakan betapa singkatnya peraduan saya pada Allah SWT itu. Entah kembali mengapa guru ngaji saya menganjurkan dua hal tadi. Mungkin guru ngaji saya berkata seperti itu karena dia telah membaca hadist-nya atau dihimbau juga oleh gurunya atau apalah sehingga dia begitu kekeuh dan seriusnya mengatakan hal tersebut dikala itu.
Tapi, setidaknya dua cara tadi cukup ampuh bagi saya untuk bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan ibadah saya, dalam memenuhi kebutuhan saya. Entah shalat saya waktu itu dan selama ini sudah terkategori khusyu atau sah atau tidak. Setidaknya saya sedang mencoba dan terus belajar untuk menjadikan shalat lima waktu ini sebagai kebutuhan saya untuk hidup setelah mati kelak.
Hidup kita cuma 24 jam sehari, masa tidak mampu menyisihkan 25 menit saja dari waktu hidup sehari kita untuk benar-benar fokus berserah diri pada Allah?
Cerita tentang bimbingan seminar
.. the story ...is ...dimulaaii...
Phew..tanggal 31 kemaren tugas bener2 numpuk bangget..disatu sisi harus ngerjain kerjaan karena deadline dan di sisi lain harus ngeberesin makalah seminar gitu deh.. secara gitu loh.. makalah seminar ditunda-tunda mulu karena malez bangget bawaannya gara2nya seh ...sstt!!! dosen pemimpin-nya gitu deh...beserta aturan yang simpang siur...ckckck gak patut ditiru...harusnya yaa....begitulah...
Udah hamper seminggu ni sumber-sumber seminar dibaca..dibahas sendiri dan diterjemahkan ke bahasa indonesia dengan kemampuan bahasa inggris ku yang ancurr..alhasil dalam seminggu, Cuma ngehasilin kurang lebih tujuh halaman saja text bahasa Indonesia hasil resapan dari bahasa inggris..phew gak ancur-ancur amat..(tapi parah ancur bangget!!)..siang ini setelah ngobrolin kerjaan yang deadline sama sang pemberi proyek, saya berikut dua teman seperjuangan saya niatnya mau bimbingan sebut saja A dan R.
Watir bangget..waktu janjian bimbingannya sang dosen, entah lupa atau emang tidak tahu kalau kami tu pembimbingnya dia. Saya kaget setengah idup ngebaca (janjiannya lewat chatting) “boleh..tapi bentar...