Archive for the ‘Curhatan n diary’ Category
Setiap muslimin dan muslimah adalah merupakan suatu kewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu dalam satu hari. Shalat itu selain merupakan kewajiban, seharusnya harus sudah dirubah menjadi suatu kebutuhan primer dalam hidup kita sebagai muslimin. Dan anehnya, tetap saja banyak yang menjadikan sholat merupakan suatu kewajiban sehingga mereka merasa terbebani untuk menjalankan ibadah yang satu ini.
Namun, dalam mengerjakan ibadah yang satu ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Guru ngaji saya waktu kecil bilang :
- “lebih baik tidak menutup mata ketika kamu sholat”
- “sedikit dikeraskan bacaannya sampai kamu bisa denger sendiri bacaannya, dan ikuti dengan mulut (tidak membaca bacaan di dalam hati)”
dan, bodohnya saya perkataan guru ngaji saya itu saya biarkan melintas begitu saja di kepala. Mungkin guru ngaji saya berkata seperti itu karena dia telah membaca hadist-nya atau dihimbau juga oleh gurunya atau apalah sehingga dia begitu kekeuh dan seriusnya mengatakan hal tersebut dikala itu.
Ya akhirnya saya pun sedikit terpaksa melakukannya waktu itu, hingga sampai sekarang berimbas saya akan melakukan 2 hal tersebut dalam shalat saya hanya jika saya ingat dan mau saja. Karena awalnya (pada saat diberi himbauan tersebut) saya berfikir “susah kali baca hafalan bacaan shalat dan surat pendeknya gak sambil terpejam matanya..” (saat diberi tahu itu saya masih kelas 3/4 SD…saya lupa dan masih berfikir primitif bahwa bacaan shalat itu adalah hanya hafalan belaka sampai kelas 4/5 SD saya disuruh menghafalkan dan mencamkan arti dari bacaan shalat tersebut). Dan bodohnya juga saya sering suudzan kalo disebelah saya (ketika shalat berjamaah di masjid) ada ma’mum yang komat kamit sambil sedikit mengeraskan bacaan shalat sampai saya bisa mendengarnya dengan jelas. Dalam fikiran saya “huh, ni orang bikin gak husyu aja..”. Astagfirullah..maafkan dosa hamba ya Allah..
Namun di suatu pagi, akhirnya saya secara sadar/tidak sadar oleh Allah saya diingatkan dengan keras. Saya ada dalam suatu permasalahan duniawi. Ketika shalat, saya memejamkan mata (sambil melafalkan bacaan shalat dalam hati) dan berusaha melupakan urusan duniawi ketika shalat. Namun apa yang terjadi ketika itu? secara tidak sadar, saya telah berdiri cukup lama dalam rokaat pertama saya. Secara tidak sadar saya tidak membaca iftitah setelah takbiratul ihram. Yang ada dalam fikiran saya hanya permasalahan diri saja ketika saya shalat. Bukannya saat shalat itu kita harus bener-bener ngingat Allah dan secara khusyu menjalankan ibadah tersebut? khusyu sendiri kan kurang lebih fokus pada ibadah tersebut tanpa membawa segala urusan duniawi. Akhirnya saya batalkan shalat saya, dan mengulangi dari awal lagi. Malu saya, masa 5 menit untuk benar-benar mengingat Alloh saja tidak bisa?dan dalam prakteknya, malah shalat itu kadang cuma 2 menit saja.
Kemudian shalat itu saya ulangi (dengan mata terpejam dan bacaan dalam hati tanpa sedikit mengeraskan). Namun, tetap hal tersebut terjadi lagi. Saya tak bisa konsentrasi padahal dalam kehidupan sehari-hari kadang saya harus memejamkan mata agar bisa konsentrasi. Saya susah berkonsentrasi dalam mengerjakan shalat saya. Dan akhirnya tiba-tiba terlintas kembali perkataan guru ngaji saya waktu kecil itu.
Shalat kembali saya ulangi karena hal tadi merusak konsentrasi. Dan dengan melakukan dua hal tadi saya mencoba sholat lagi. Dan alhamdulillah, saya bisa merasakan betapa nikmatnya shalat itu. Dan baru merasakan betapa singkatnya peraduan saya pada Allah SWT itu. Entah kembali mengapa guru ngaji saya menganjurkan dua hal tadi. Mungkin guru ngaji saya berkata seperti itu karena dia telah membaca hadist-nya atau dihimbau juga oleh gurunya atau apalah sehingga dia begitu kekeuh dan seriusnya mengatakan hal tersebut dikala itu.
Tapi, setidaknya dua cara tadi cukup ampuh bagi saya untuk bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan ibadah saya, dalam memenuhi kebutuhan saya. Entah shalat saya waktu itu dan selama ini sudah terkategori khusyu atau sah atau tidak. Setidaknya saya sedang mencoba dan terus belajar untuk menjadikan shalat lima waktu ini sebagai kebutuhan saya untuk hidup setelah mati kelak.
Hidup kita cuma 24 jam sehari, masa tidak mampu menyisihkan 25 menit saja dari waktu hidup sehari kita untuk benar-benar fokus berserah diri pada Allah?
.. the story …is …dimulaaii…
Phew..tanggal 31 kemaren tugas bener2 numpuk bangget..disatu sisi harus ngerjain kerjaan karena deadline dan di sisi lain harus ngeberesin makalah seminar gitu deh.. secara gitu loh.. makalah seminar ditunda-tunda mulu karena malez bangget bawaannya gara2nya seh …sstt!!! dosen pemimpin-nya gitu deh…beserta aturan yang simpang siur…ckckck gak patut ditiru…harusnya yaa….begitulah…
Udah hamper seminggu ni sumber-sumber seminar dibaca..dibahas sendiri dan diterjemahkan ke bahasa indonesia dengan kemampuan bahasa inggris ku yang ancurr..alhasil dalam seminggu, Cuma ngehasilin kurang lebih tujuh halaman saja text bahasa Indonesia hasil resapan dari bahasa inggris..phew gak ancur-ancur amat..(tapi parah ancur bangget!!)..siang ini setelah ngobrolin kerjaan yang deadline sama sang pemberi proyek, saya berikut dua teman seperjuangan saya niatnya mau bimbingan sebut saja A dan R.
Watir bangget..waktu janjian bimbingannya sang dosen, entah lupa atau emang tidak tahu kalau kami tu pembimbingnya dia. Saya kaget setengah idup ngebaca (janjiannya lewat chatting) “boleh..tapi bentar…kamu dan temanmu itu kan bukan bimbingan saya ??”. Tidaakk!! Mimpi apa aku, namun aku masih bias berfikir jernih..kubiarkan saja sang dosen melanjutkan pengetikan. Alhasil dia membolehkan setelah sebelumnya dengan secara tidak sengaja membuatku terpojok.
Kenapa? Ceritanya beberapa hari yang lalu, di salah satu leb komputer di kampusku, teman saya dan rombongannya mau bimbingan seminar dengan dosen yang sama. Kebetulan aku lagi disitu dan baru tau mereka bimbingan seminar hari itu. Ditengah-tengah yang lagi persentasi, otak nakal ku berkata “ayo! Abadikan dia lagi persentasi sama tu dosen!!pake hapemu”. Dan seperti yang sudah ada guide-nya aku pun dengan mudahnya membidik mereka. Dan parahnya aku upload ke Facebook!! Aku tag dosen itu sama mahasiswa yang lagi persentasi saat itu. Tambah parahnya lagi, aku sama temen seperjuangan yang mau bimbingan yaitu A malah ngasih komen yang aneh-aneh sama tu foto. Sang terbidik (dosen sama yang lagi persentasi) juga ikut berkomentar. Rame deh akhirnya…
Kembali ke janjian bimbingan seminar, nah berkekuatan foto tersebut, sang dosen berkata “harusnya kalau bimbingan saya, kemaren ikut bimbibngan dan persentasi sama temen kalian..kan udah kamu foto?”….Jedakkk!!! aku tertabrak kejahilanku dalam hal nyuri-nyuri foto !! sial bangget malem itu… aku diam tak berkutik…tak berkata…tak bias bersilat (emang mau berantem??)…aku bener bener malu bangget.. tapi untunglah..akhirnya aku diijinin bimbingan sama dia…
Esoknya, aku tetep ngerjain makalah yang belum beres. Pikiranku kebagi dua juga ama kerjaan yang deadline. Watir sumpah.. makalah seminar akhirnya gak beres..padahal materinya sudah kumengerti. Ingat perjanjian sama sang dosen semalam, aku pun buat persentasinya..walau belum beres…nah bodohnya aku, makalah belum beres, tapi persentasinya kubuat keseluruhan, berbeda sama makalah yang isinya kuberi kata-kata ‘[bersambung]’. Draft makalah, handout makalah akhirnya beres kuprint..pssttt jangan bilang-bilang ya! He5. Dan akhirnya progress seminar udah kuanggap beres, akhirnya kukerjain lagi kerjaan yang mau deadline jam 1 itu.
Dzuhur pun datang tak diundang, temen seperjuangan si A pun datang ngejemput. Haduh2 perasaan dag dig dug nyampur..tiba di kampus aku ketemu sama dosen sama temen seperjuangan di kerjaan sama temen seperjuangan di asbasdat. Hati heran dan bertanya ‘kok mereka diluar ya?”.. aduhh baru inget ternyata leb lagi di cet!. Mampus deh..siasat persentasi seluruh topik bakal gagal!!
Pembicaraan mengenai kerjaan dimulai. Namun gara-gara lebnya di cet, kami gak bias demo sama hasil dari kerjaan kamu, pmbicaraan pun beres seketika. Dan tahu kah kau kawan? Kami gajian…hahahaha…makasih pak, tau aja udah akhir taun..he5. Kemudian pembicaraan mengenai basdat bareng tu dosen sama asbasdat akhirnya dimulai. Hari itu emang hari rutin ketemuan asbasdat sama sang dosen. Pembicaraan cukup alot dan selesai juga deh. Tiba-tiba perut yang tadinya emang mules gara-gara semalemnya makan pikset(‘KERIpik setAN’=> pedes bangget) 4 bungkus, malah makin mules gara2 mau bimbingan.
Bimbingan dimulai. Gugup yang berlebihan ngebuat semua yang mau disampein ilang. Dimulai dari A, dia ngasihin draft seminarnya.. berhubung tak di leb akhirnya pak dosen hanya memeriksa isinya saja..mampus deh aku!! Hahaha giliranku..akhirnya aku dibantai gara2 makalah nya belum beres.. biarlah dalam benakku..bimbingan pertama harus menggoda. dan Hahaha aku pun tak disuruh persentasi,beliau hanya mengecek isi makalah sajah. Tahu kah kau yang ngebuat aku ditanyai macem-macem mengenai topik makalah itu? Karena di akhir makalah seminar ada kata-kata ‘[bersambung]’ !! pesan moral dapat kuambil: “jangan kau gunakan kata ‘[bersambung]’ dalam makalah yang belum beres, biarlah gak dicantumi apa-apa, pas dosen nanya kan bisa dipake jurus buat berkilah ‘justru itu yang mau di bimingin (berdasarkan kata-kata A). Kami pun yang sebelumnya dihantui horror yang aneh2..akhirnya lega juga karena bimbingan kala itu sudah terlewati…
Anyway busway..saking shocknya sama 2kerjaan itu..aku gak tahu kalau tanggal itu tanggal 31 desember 2008 lho..watir vsan..
Mau tau siapa karakter-karakter disana? yu mari…
A : Asep
R : Rachma
Sang dosen yang mau di-bimbingan-in: pak yudi
Dia yang bimbingan duluan : Hasbi