Hardimulya’s Blog Blog-nya akang Yudi ^_^

2Oct/094

Trik Koneksi Internet Dengan Menggunakan Modem Hand Phone di Windows7 (Kasus : Sony Ericsson)

Akhir-akhir ini banyak sekali teman yang menanyakan tentang cara menggunakan modem HP untuk koneksi ke Internet. Memang secara garis besar tidak bisa saya gambarkan satu-satu. Namun intinya tetap sama, yaitu instal driver HP yang dimaksud, kemudian lakukan koneksi dengan menggunakan fasilitas Internet Connection / Connect to Internet Via Modem Phone dan sebagainya melalui fitur ada dalam PC Suite HP tersebut.

Namun, di Windows Vista dan Windows7 rata-rata suka mengalami kendala bila menggunakan fitur Internet Connection bawaan PC Suite. Kendalanya adalah komputer akan memberikan peringatan bahwa kita salah setting profil internetnya, padahal kita sudah memastikan bawha settingan telah benar, username dan password juga sudah yakin benar. Kasus ini saya jumpai saat ingin menjadikan HP SE K810i saya sebagai modem.

Saya juga pernah menggunakan HP Nokia untuk PC Suite di Windows Vista dan ternyata mengalami permasalahan susah koneksi internet juga. Peringatan yang di tampilkan juga sama, padahal settingan sudah benar. Maka itulah tulisan ini dibuat.

Namun dalam kesempatan ini, saya menggunakan HP SE dan menggunakan SE PC Suite 4.0.

Untuk mendownload SE PC Suite terbaru : http://www.softpedia.com/progDownload/Sony-Ericsson-PC-Suite-Download-16854.html

Yang harus dilakukan adalah :

  1. Instal PC Suite HP anda (pada kasus ini saya menggunakan SE PC Suite 4.0)
  2. Setelah terinstall, buka PC Suite-nya dan ada sedikit wizzard yang menanyakan koneksi komputer ke HP menggunakan apa, sesuaikan dengan tipe koneksi yang anda pakai.
  3. Kemudian, klik tools-> Internet Connection.
  4. Selanjutnya buatlah profil baru untuk settingan koneksi ke Internet dengan memilih Create a new connection. create a new connection
  5. Akan muncul wizzard. Bila anda menggunakan provider GSM, yang harus dilakukan hanyalah memilih negara dimana anda berada dan pilihlah provider GSM yang tersedia. Namun, karena kasus saya yaitu menggunakan IM2, maka untuk negara dan provider pilih <other>.connection id
  6. Akan ditanya Connection Type, pilih UMTS.
  7. Selanjutnya Isi username, password dan APN. Karena saya menggunakan IM2, maka APN-nya saya isi Indosatm2. Untuk username dan password, gunakan username dan password akun anda.Internet connection wizard
  8. Bila sudah selesai, cobalah men-double-klik icon koneksi internet yang dibuat. Bila berhasil, maka perkerjaan mengkoneksikan komputer anda berhasil, maka pekerjaan beres.
  9. Namun bila tidak, coba masuk ke kontrol panel. Di Search Box masukan keyword “network connection” kemudian pilih “view network connection” dan pilih icon network profile yang ada tulisan Indosatm2-nya. view network connection
  10. Dan masukkan kembali username dan passwornya, kemudian tekan dial.dial

Kasus ini saya jumpai di windows vista dan windows 7 yang saya install pada PC dan netbook saya. Jadi, apabila anda mengalami kasus tersebut, apa salahnya mencoba koneksi manual ini. Semoga bermanfaat.. ^_^

2Oct/094

Referensi : Mengenal Partisi Hardisk

Sekilas Tentang Hardisk

Hardisk merupakan sebuah hardware yang termasuk dalam kategori storage device. Hardisk ini merupakan sebuah media penyimpanan dalam komputer. Tidak seperti media penyimpanan lain, media penyimpanan hardisk merupakan piringan magnetis yang mampu menyimpan bit-bit data yang disebut platter. Yang nantinya bit-bit data itu akan dibaca oleh head yang terpasang pada arm. Ups maaf, dalam tulisan kali ini, kita tidak akan membahas mengenai hardisk dan bagian-bagiannya begitu juga fungsinya. ^^

Partisi Hardsik

Partisi hardisk, apaan sih? Partisi berasal dari bahasa inggris yaitu partition. Dalam sistem berkas bisa diartikan sebagai  sebuah bagian dari memori atau media penyimpanan yang terpisah secara logis yang berfungsi seolah-olah bagian tersebut terpisah secara fisik. Dengan kata lain, partisi hardisk ini merupakan bagian-bagian dalam hardisk yang bersifat logis. Dan tentunya bisa dikatakan juga bahwa partisi hardisk ini merupakan “daftar isi” dari hardisk.

Lantas, seberapa pentingnya sih partisi hardisk ini? Dalam banyak kasus, orang-orang yang menyukai lebih dari 1 sistem operasi di dalam komputernya (catatan : dengan menggunakan satu buah hardisk dan tidak menggunakan software virtualisasi sistem operasi) pasti sangat membutuhkan yang namanya partisi hardisk. Karena untuk menggunakan dua buah sistem operasi yang berbeda dalam satu komputer harus menggunakan minimalnya dua buah hardisk atau menggunakan satu buah hardisk yang telah dipartisi dengan dua buah partisi primary(utama). Mengapa demikian? Karena setiap sistem operasi membutuhkan satu partisi untuk mem-booting sistem operasi tersebut.

Memangnya dampaknya apa bila kita tidak begitu tahu jenis partisi hardisk? Pada banyak kasus saat penginstallan sistem operasi (dual sistem operasi), rata-rata orang-orang akan mengalami tidak bisanya diinstallnya sistem operasi yang dimaksud karena mereka hanya tahu bahwa hardisknya telah terpartisi namun tidak mengetahui jenis partisnya apa.  Alhasil, mereka harus mempartisi ulang hardisk mereka agar bisa diinstall minimal dua sistem operasi. Disamping itu, pentingnya mempartisi hardisk yaitu merupakan antisipasi penyelamatan data apabila partisi utama yang berisi sitem diserang oleh virus karena dengan dipartisinya hardisk, kita telah belajar mengamankan dengan memisahkan data dari partisi sistem.

Contoh kasus : ada sebuah hardisk berkapasitas 120Gb. Didalamnya terdapat partisi sebagai berikut :

-          30 Gb Primary partition untuk sistem operasi yang biasanya windows

-          80 Gb Extended partition yang didalamnya terdapat beberapa partisi logis sbb :

  • 30 Gb Logical partition untuk menyimpan data
  • 40 Gb Logical partition untuk multimedia
  • 10 Gb Logical partition yang kata orang tersebut mau diinstall linux

Nah, pada kasus itu, orang tersebut mengalami kesulitan karena selalu gagal menginstallkan linux pada hardisk yang partisinya 10Gb tersebut. Dan terus bertanya “mengapa tidak bisa diinstall ya?”. Dan sudah pasti jawabannya adalah karena linux merupakan sistem operasi, dimana sistem operasi itu harus diinstallkan pada partisi utama atau primary partition. Alhasil, si orang tersebut harus mempartisi ulang 80Gb Extended partition-nya karena akan merubah 10Gb logical partition-nya menjadi 10Gb primary partition. (diambil dari kisah nyata teman saya)

Memang saat pertama beli komputer/hardisk kadang kita suka ditanya oleh yang akan mempartisi hardisk kita “mau berapa partisi h

ardisknya mas?terus masing-masing berapa?”.  Nampak seperti sepele memang, namun dilihat dari kasus tersebut ternyata dampaknya bisa fatal.

Lantas apa sih  Primary partition, Logical partition dan Extended partition itu?

  • Primary Partition atau partisi utama, yakni partisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan menyimpan data pengguna. Jumlahnya hanya empat buah saja dalam satu hard disk. Jika terdapat sebuah partisi tambahan, maka jumlahnya akan berkurang menjadi tiga buah partisi utama.
  • Extended Partition atau partisi tambahan, yakni partisi yang dapat menampung beberapa partisi logis. Partisi ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari partisi utama. Jumlahnya hanya boleh satu buah saja.
  • Logical Partition atau partisi logis, yakni partisi yang tidak dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi, dan hanya dapat menyimpan data pengguna. Jumlahnya tidak dibatasi, artinya dalam satu hard disk boleh terdapat banyak logical partition yang menginduk kepada satu buah partisi tambahan.

Sebagai contoh, berikut adalah partisi hardisk dari netbook saya :

Contoh partisi netbook

Keterangan :

  • 39Gb primary partition -> untuk partisi windows
  • 1Gb primary partition -> untuk swap linux
  • 10Gb Primary partition -> untuk partisi sistem linux
  • 100Gb Extended partition yang didalamnya :

- 39Gb Logical -> untuk menyimpan data

- 61Gb Logica -> untuk multimedia dan game

Saran : sebaiknya partisi sistem diberi space agak lebih besar, karena di khawatirkan suatu saat anda akan menginstall lebih dari 1 sistem operasi sehingga untuk membuat partisi dari sistem yang baru bisa dengan mengambil dari partisis sistem...

Perlu diperhatikan juga ukuran primary partition dalam hardisk.. bila terlalu besar, cukup membuat sistem operasi agak berat untuk di load.. diperparah lagi bila suatu hardisk berkapasistas besar hanya menggunakan satu partisi saja.

Dalam membuat sebuah partisi dan mempertimbangkan setiap ukurannya, saya selau :

  1. Membuat perencanaan berapa sistem operasi yang akan diinstall
  2. Membuat perkiraan ukuran setiap volume atau partisi
  3. Bila sistem operasi-nya sekiranya akan diinstall lebih dari 1 sistem(belum yakin), maka untuk jaga-jaga partisi utama  buat lebih besar misal 52Gb. (karena bisa diresize untuk membuat partisi sistem baru)

Dengan demikian, cukup penting juga mengatur berapa banyak partisi yang akan digunakan dan berapa besar ukuran setiap partisi dari hardisk kita. Adapun tool yang bisa digunakan untuk membuat partisi diantaranya : fdisk (DOS), partition magic (Windows), Computer management (Windows), GParted(Linux) dan lain lain. Jadi, kenalilah lagi jenis partisi hardisk anda. ^^ -semoga bermanfaat-

Diadaptasi dari http://www.id.wikipedia.org/wiki